Sunday, March 25, 2012

Waktu Yang Berhenti by KOIL

dan kulihat awan warna perunggu
diam disini aku duduk menunggu
memberi hati untuk diam sendiri
redam amarah dan bekukan resah
api telah lama terbakar
aku berpijar
dan kulihat awan merah membatu
seolah mereka hentikan waktu
pernah kau rasa tidak berdaya
menyerah begitu saja tanpa
harapan tanpa ada jalan penyesalan
bergetar menahan luka
memecah malam gulita
nyalakan lilin penentram hati
kutulis semua disini sekian tahun
tidaklah singkat untuk merenung
untuk menunggu waktu berlalu
detak jantungku diam membisu
bergetar menahan luka
berpijar api di dada
aku menunggu
waktu yang berhenti

Wednesday, March 07, 2012

Aikahku Dirundung Mala

Bagaikan karang yang hancur menjadi butiran pasir ketika diterjang ombak. Gambaran itulah kiranya ketika sore ini jemari mungil Aikah menggenggam erat telunjukku. Hancur luluh lantak perasaanku.
Melihatnya tak berdaya lemah dengan sejumlah alat bantu medis di tubuhnya. Aikah!!!

Yaa Alloh
Yang Maha Kuasa
Yang Maha Mengampuni
Yang Maha Mengasihi
Yang Maha Mengobati

Berilah sehat wal afiat bagi Aikah Azzahra. Amin

Wednesday, May 19, 2010

Bersabarlah

Mereka yang tidak menyukainya, menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih
apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Indahnya Diam

Orang yg sehat tidak merasa menderita karena luka.

Dan aku tidak akan menceritakan kesedihanku, kecuali kepada orang yg mau bersimpati saja. Seperti tidak ada gunanya membicarakan sakitnya sengatan lebah kepada orang yg belum pernah disengat lebah. Karena ia tidak pernah merasakan sakitnya, maka ia hanya akan menjadi takut kepada lebah, dan tidak mau berusaha mendapatkan nikmatnya madu.
Karenanya, perlu bagi kita untuk mendengarkan nasehat dan berbagi pengalaman dg orang yg mempunyai lbh banyak pengalaman dg kita.

Sepanjang ia belum pernah merasakan penderitaan seperti apa yg pernah kita alami, keadaan kita hanya akan menjadi cerita yg tidak berguna.

Kesenangan berada di laut tidak akan terasa, jika kita tidak takut pada gelombang.
Sekuntum mawar akan terlihat indah, jika tdk ada yg tertusuk jarinya.

*Gulistan, Sa'di Shirazi, bab IV kisah 18.

Monday, February 08, 2010

Mencintai Orang Yang Spesial...

Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yg kamu rasakan.

Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga!!! Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh di dalam hati mereka. Tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh di dalam hatimu.

Jangan pernah berkata selamat tinggal, jika kamu masih ingin mencoba. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi, bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.

Karena kamu begitu berharga bagi orang di sekeliling kamu, tunjukkanlah cinta dari hatimu dan biarkan sekeliling kamu menyadari bahwa mereka berarti buat kamu dan kamu berarti bagi diri mereka.

*ada-ada ajah...

Thursday, November 05, 2009

Senja di Batas Kota



jadi teringat sebuah lagu lama yang sendu mayu, halaman demi halaman terasa asing bagiku. gundah hinggap tak henti-henti, menusuk perih di tiap ingatan.

hujan,
tolong aku, larutkan airmataku dalam derasmu.
benamkan aku dalam keluasanmu, tenggelamkan dalam genangan euforia duniamu.
untuk apa ?
ketenangan jiwa yang tak terbayar.

Tuesday, October 13, 2009

selamat jalan




dalam dekapan haru, aku ingin berbagi 100 kata terakhir yang ingin kuucapkan sebagai tanda perpisahan. esok, jam 7 pagi, kita akan melangkah dengan dunia kita masing-masing. maafkan jika aku tak seperti dulu. membisikimu ribuan seru irama biru.

pergilah, kurelakan sudah semua kehilangan dan semua ketiadaan. meskipun sakit terus menghujam sepanjang umur tersisa. biarlah, asal malam ini kecupmu milikku, ciuman terakhirku, cinta terakhirku, keindahanku, kekuatanku, biarlah hilang bersamamu.


untuk tahun demi tahun yang kita lewati.

Tuesday, October 06, 2009

Damai Kami



pagi gemerlap cahaya,
siang semarak sinar,
senja serupa pelita terang di ujung harapan,

semua hanyalah kenyataan,
mimpi sekedar mampir dalam hayalan,
mari siapkan kedamian,

hati bertemu hati.

Friday, September 25, 2009

Peristiwa 16 Desember



Aku masih saja duduk di kursi reyot itu, ketika subuh memanggil kabut turun menyusuri tulang-tulang kesepian. Segelas kopi jahe dingin tinggal dua seruput, tak kan kusiakan. Bersama kesendirian itulah aku bernyanyi mengingat masa muda yang hilang bersama kesibukan.

Entah apa yang ada diantara semangatku, tampak semuanya diam membisu, jika kutanyakan pada ingatan, "Kenapa begini?"

Kamu, aku, dia, mereka, kami... semua bermain. Satu persatu menampakkan dirinya dalam wujud abu-abu. Kadang putih memudar, kadang hitam kelam, semuanya memainkan drama kehidupan dalam babak-babak pendek dan episode yang teramat singkat. Tanpa sadar, butiran air itu turun dari pelupuk mata, bukan dari ujung daun-daun kering halaman rumah. Tetes demi tetes mengalirkan keputus-asaan, kenyataan seorang pengecut, pecundang, dan semua bentuk kekalahan yang hanya dibenarkan oleh alasan.

Dua belas tahun bersama ingatan. Nampak seperti teka-teki. Tiap bagiannya perlu keberanian untuk sekedar menulis huruf A untuk maksud yang masih dipertanyakan.

Yah, aku mengerti. Alasan demi alasan bagaikan menanam angin di padang rumput bukit cita-cita. Tinggal menunggu badai yang akan datang saat panen kekecewaan.

Sudahlah mataku, mari kita beranjak dari dinginnya delapan belas derajat amarah ini. Egoisme hanya akan membuat kita kehilangan akal. Marilah mataku, mari kita bersahabat dengan selimut dan bantal guling.

Lihatlah, sinar pagi mengintip malu-malu. Kita hanya tamu tak diundang dalam semarak hari ini. Mari kita bermimpi.

Tuesday, August 18, 2009

to be with you



i don't need day to day, every hour, each minutes with you. because i gave all my time to you.

Tuesday, July 21, 2009

so sorry



"sorry seems to be the hardest words"

fellas, let me tell you something about 'how nice to have a silent killer friend'. it is not stroke or another heart attack for skinny people. it is not a flash in the shiny daylight.

it is about, how she kills me with her silent untrue.

oke, i forgive all her mistakes. but, she doesn't get the lessons. she covered up her fable story, no wonder she lies.

no regret, not even a word. i just try to be patient.

but now, sorry dear. i am so sorry, i can't be a God. i can not keep my view of you. sorry.

Friday, July 17, 2009

short message


seems that my commitment is useless. this week, my week, my hard-days. somehow, thanks God for this blessings. another day another world, i'm trying always and ever to be better.

Tuesday, July 14, 2009


If you could get rid of yourself just once,
The secret of secrets would open to you.
The face of the unknown, Hidden beyond the universe.
Would appear on the mirror of your perception.
–Mawlana Jalaluddin Rumi-

Sunday, July 05, 2009

Face The Truth All Alone




As night becomes the dawn. In the silence, I thought I heard you crying. And I just feel like dying.

You know it hurts me when you lie. Sometimes it even makes me cry. 'Cause I'm so in love with you. If you don't believe what I have said. Take a look, my eyes are red. 'Cause I'm so in love with you.

Is this some kind of dream? This can't be what it seems. Where are you, where are you???

But all those sleepless night in bed. When you've been out somewhere instead. I wonder if you care and cannot bear the proof. I'm out here all alone. What am I supposed to do?

I am praying that you'll be waiting for me. Just roll the dice and you'll see. Cause I'll be waiting there. I hope you understand. I just can't lose control. This is my heart and soul.

Can't you see, can't you see. The perfect alibies. Just give it one more try

I wonder where you go, but daren't expose the proof. But all the nights when you have said. You must be somewhere else instead. But all the nights you don't show up. I know it's time I should grow up, ask you if you care, you stand and stare aloof.

It hurts too much to face the truth
To face the truth
To face the truth

Instead I chose to publish the truth, I believe a more beneficial deterrent to a fraud.

***from any internet sources.

Saturday, June 27, 2009

Entrapment



aku berjalan ke belakang,
tempat kita dulu biasa menyimpan canda,
tempat kamu dulu biasa membuatkanku kopi, teh,
atau sekedar menyajikanku sebuah senyum.

sekarang ini,
bandung mendung linglung sayang,
aku tak tahu harus bagaimana,
diam juga tidak membawa kebaikan apapun.

sudah kuukur hingga ke yang paling tinggi,
paling kecil, paling jauh, dan paling hebat.
aku tidak menemukan apapun,
selain tanda tanya yang semakin besar.

tolonglah aku sayang.

Tuesday, May 26, 2009



kebahagiaan,
inikah?

Thursday, May 07, 2009

Sepi dalam Damai

aku adalah setumpuk kesalahan,
dalam koma kutawarkan 360 derajat kehangatan.
satu saja yang kudapatkan,
kejujuran.

lalu aku pergi bersama kabut yg turun di bukit,
menapaki satu persatu stase fikir dengan jiwa yang sakit.
bersamamu longgarkan himpit,
mengedar kuasa langit.

seiring dawai,
kuhempaskan ribuan buai.
hilang semangat bersama badai,
habis sepi dalam damai.

kamu begitu berarti

izinkan aku hanyut dalam derasnya hasratku,
menghilangkan noktah-noktah semu di tepian.
berharap pada kodrat, mungkin juga tak punya arah.

inginku belajar mengeja aksara,
mimpi-mimpi datang dan pergi silih berganti.
sekelebat bayangan tanpa jejak, kosong.

kiranya esok kau terjaga,
carilah aku dalam jalan paling sepi.
disana, duduk menanti keadilan.

buai rayu bukanlah tandingan,
niscaya tipu daya hanyalah fatamorgana.
akan hilang bersama tenggelam, berganti gelap.

sejenak garis besar tersingkirkan,
dihapus beberapa alinea-alinea palsu.
semalam, padam bara dalam sekam.

Wednesday, May 06, 2009

kebahagiaan yang semu

> semu, kebahagiaan itu semu.
> kita hanyalah ukuran
> kita cuma sekedar permainan
> hidup..
> kasih..
> cinta..
> semua adalah reka-reka, usaha,
> semua makna akan bertumpu pada rasa
> senang
> sedih
> besok
> kemarin
> datang
> dan hilang
> seperti kata-kata dan angin
> bisu adalah hampanya rongga mulut dan keringnya ludah..
> tapi,
> kita belum mati
> mati adalah berhenti
> berhenti pada titik api
> api yang dipadamkan, hanya oleh waktu
> waktu adalah sahabat sejati,
> sejak kita pertama kali menghirup udara
> pada ruang yang disebut dunia...

Friday, March 13, 2009

perjalanan


ketika dilahirkan ke dunia ini,
kita menangis, dan dunia bergembira.

ketika kita mati,
akankah dunia gembira dan kita menangis.

perjalanan singgah dari lahir hingga mati,
adalah kesempatan, agar ketika mati,
kita gembira dan dunia menangis.

tiada yang lebih menggembirakan ketika mati,
jika iman tidak digenggam.

robbi, istiqomahkan imanku.